home sitemap contact us  
Home arrow History
     
Latest Discussion in Forum
SMANSA HISTORIAL PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 07 November 2006

                Sejarah lahirnya SMA 1 Pekalongan tak lepas dari kancah perjalanan Sekolah Menengah Nasional (SMN). Dari sinilah lahir SMP 2 Pekalongan dan SMA Nasional yang mengalami proses panjang  menjadi SMA 1 Pekalongan.

Berdirinya SMN 

                Sekolah Menengah Nasional (SMN) lahir pada 10 Maret 1948. Dirintis oleh Bp.Ischak Harsokuma dan Bp.Suwondo (Alm).

                Pada mulanya adalah pemberian pelajaran kepada dua orang siswi di rumah Bp.Ischak. Kelompok belajar ini makin banyak peminatnya, pindah  ke gedung pendidikan Al Irsyad di jalan Kejaksaan (sekarang Jl. Bandung), dan lahirlah nama   Kursus Pengetahuan Umum “KUPU”. Pimpinan diserahkan kepada Bp. Suwondo. Karena keterbatasan lokasi belajar, kegiatan belajar dibagi dalam dua tahap. Tahap I jam 11.00 – 13.00 dan untuk tahap II jam 14.00 -18.00. Selang beberapa saat masuklah pelajar putra dari SM Recomba (sekolah milik Belanda). Kedatangan pelajar ini disambut gembira oleh pelajar KUPU. Dari nama KUPU berubah menjadi Kursus Menengah Nasional (KMN). Berlokasi di Jl. Panjang (sekarang Jl. Garuda). Banyak kemajuan yang dicapai oleh KMN, kegiatan Ekstrakurikuler banyak dikembangkan. Prestasi yang perlu dicatat yaitu lahirnya Group Band dan Vokal Group KMN. Juga hadirnya Majalah KITA yang dikelola oleh dan untuk pelajar KMN. Beberapa waktu kemudian pindah ke sebuah lokasi di Jalan Cendrawasih yang merupakan lokasi terminal terakhir dari KMN yang kemudian bernama Sekolah Menengah Nasional (SMN). 

Lahirnya SMA Nasional

               Agustus 1949 untuk pertama kalinya SMN mengadakan ujian lokal yang ijazahnya disamakan dengan ijazah Negara. Untuk menampung lulusan SMN, siswa yang telah lulus dari SMN ditampung di kelas IV. Hal ini untuk mengatasi belum memungkinkan berdirinya SM Tingkat Atas. Kelas tersebut dibagi atas dua jurusan, yaitu Jurusan A/Bahasa dan Jurusan B/Ilmu Pasti.

              Pada saat itu tenaga pengajarnya tercatat Bp. Ischak, Bp. Suwondo, Bp. Ichsan Toekoel, Bp. Bambang Soehendro, Bp. Soerjadi (mantan guru Taman Siswa). Ditambah pula dengan tenaga pengajar baru : Bp. Ghazali, Bp. Ahmad Milono, Bp. Bebaza Aeng Lalo, Bp. Soerjo Harjoko (Pimpinan Sekolah).

              Setelah pemerintahan diambil alih oleh bangsa Indonesia, dan oleh karena jumlah siswa makin bertambah, maka Jurusan A/Bahasa dan Jurusan B/Ilmu Pasti menjelma menjadi SMA Nasional. Sedangkan SMN sendiri berubah menjadi SMP II Pekalongan.

              Staf pengajar terdiri dari: Bp. Soegeng Soejoatmojo, Bp. Soegiharso, Bp. Ischak, Bp Mainar Syah, Bp. Joedo Karjoso, Bp. Sri Soebroto, Bp. P.J.G. Hubers, Bp. Pramono, Bp. Soejoed, Bp. Soekotjo, Bp. Irsyad dan Bp. M. Achmad. Dengan menumpang gedung SMP I pelajaran dari SMA Nasional diberikan  pada sore hari jam 14.00 – 20.00.

              Untuk mempercepat proses penerimaan SMA Nasional oleh pemerintah, maka dibentuk panitia SMA Nasional yang diketuai oleh BP. Soerodjo, dengan anggota  Bp. Soewondo, Bp. Ischak, Bp. Dr. Samidjo, Bp. H. Sabrawi, Bp. Jazuli Farazi dan Bp. Agus Miftah.

             Dengan prestasi yang ditunjukkan oleh SMA Nasional namanya berubah menjadi SMA Nasional Berbantuan. Sementara pelajaran diberikan di gedung darurat di belakang SMP 1 Pekalongan.Melalui SK. Menteri PPK No. 3014/B tanggal 18 Juli 1952 SMA Nasional Bagian B terhitung tanggal 1 Juli 1952 terbentuk SMA B Negeri, dengan dua orang guru tetap yaitu Bp. Soerjo Harjoko dan Bp. Soegeng Soerjoatmojo. Melalui SK Kementrian PPK No. 37346/Subs tanggal 10 Oktober 1952, SMA Nasional Bagian A diberi subsidi penuh. 

Rintisan SMA 1 Pekalongan 

              Tahun demi tahun telah terlampaui, SMA Nasional makin berkembang. Pada tahun ajaran 1960/1961 telah membentuk jurusan C yang tertampung dalam SMA C Negeri. Baru kemudian pada tahun ajaran 1964/1965 SMA ABC Negeri menjadi SMA Negeri, dengan jurusan; BUDAYA, SOSIAL, PASTI, P.ALAM. Pada tahun ajaran 1981/1982 lahirlah nama SMA Negeri Pekalongan. Dua tahun kemudian, yaitu tahun ajaran 1984/1985 terwujud nama “SMA 1 PEKALONGAN”  

***

                                                                           (Diketik & diedit ulang oleh MJA Nashir‘92, berdasarkan  sebuah artikel dari MESADI ESHA (editor Djudjur T.S ’92) di Majalah CITRA SMA N 1 Pekalongan, Edisi 2 Th V/1990)

Last Updated ( Friday, 24 November 2006 )
 
 
   
Back Top