|
Memanjat Dinding Lasmansa |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 16 July 2007 |
Sabtu sore, 14 Juli 2007, dalam acara serah terima Climbing Wall, kelompok Pecinta Alam WANALANA memulai kembali kegiatan olahraga panjat dinding. Hampir setahun kegiatan ini sempat terhenti dikarenakan kondisi papan (wall) yang rusak berat. Berkat dukungan dan simpati dari Lasmansa, Climbing Walll tersebut akhirnya bisa terenovasi dengan baik. dan berfungsi kembali........

Renovasi Climbing Wall ini dikerjakan langsung oleh Lasmansa dan Wanalana SMA N1 Pekalongan. Menghabiskan dana sekitar 2 juta rupiah, bantuan dari para alumni SMA N 1 Pekalongan yang tergabung dalam kesatuan Lasmansa. Renovasi ini menjadi program Lasmansa setelah pihak Lasmansa melihat kondisi Climbing Wall yang ada di SMA N 1 Pekalongan tersebut sebelumnya sudah rusak parah dan tidak layak untuk dipanjat. Dan sebelumnya, kelompok Pecinta Alam Wanalana ini telah berusaha mencari dana untuk renovasi ke pihak sekolah, namun belum ada tanggapan. Datangnya bantuan dari Lasmansa ini menegaskan kembali peribahasa Melayu “pucuk dicinta ulam tiba”.
Renovasi ini memakan waktu sekitar 2 minggu, setelah sebelumnya menunggu lama datangnya material berupa papan-papan tebal yang harus dipesan ke Jakarta. Pengadaan papan diurus oleh Taufiqurrahman (’91). Desain awal untuk tampilan Wall Climbing tersebut dikerjakan oleh Andri (’91). Pengerjaannya digambar dan dicat secara freehand oleh Nashir (’92) dibantu oleh Sdr. Huda (’91), Bachrul Fatichin (’91), Yudi Rudi (’80), dan para personel Wanalana. Dan, Broto Rahardjo selaku ketua Lasmansa pun sering menyempatkan diri - di tengah kesibukan kerja rutinnya – membantu pengerjaan Climbing Wall ini. Sekilas Tentang Panjat Dinding di SMA N 1 Pekalongan
Dari sejarah olah raga panjat dinding di kota Pekalongan, Climbing Wall Wanalana SMA N 1 Pekalongan ini adalah termasuk yang pertama. Perintisannya sudah dimulai sejak tahun 1990, dibawah kepimpinan MJA Nashir sebagai ketua Wanalana pada saat itu. Namun sayang zaman itu pihak sekolah dengan tegas belum mengizinkan, meskipun Wanalana telah melakukan study banding ke kelompok Pecinta Alam Undip Semarang dan membuat maket (miniatur) untuk melengkapi proposal. Kendati pada tahun itu gagal, namun cita-cita Wanalana untuk memiliki Climbing Wall itu rupanya tak pernah padam.
Dari generasi ke generasi upaya ke arah itu tetap diperjuangkan, meskipun selama bertahun-tahun terus menghadapi jalan buntu. Baru pada tahun 2001 akhirnya pihak sekolah mengizinkan berdirinya Climbing Wall tersebut.. kendati dana yang didapat dari pihak sekolah cuma 2 juta rupiah. Memang. biaya untuk membangun sebuah Climbing Wall yang berkonstruksi besi baja itu tidaklah sedikit. Tahun 2001 pembangunan Climbing Wall di SMA N 1 Pekalongan itu menyedot biaya sekitar 9 juta rupiah. Kekurangan dana yang sekitar 7 juta rupiah itu, akhirnya oleh Wanalana dipikul sendiri secara swadaya, serta lewat donasi dari para orang tua murid yang diterobos secara door to door oleh para anggota Wanalana.
“Begitu di sekolah kita ada Climbing Wall, ternyata tak hanya Wanalana yang memanfaatkannya. Kelompok-kelompok pecinta alam di sekolahan lain pun berdatangan untuk ikut latihan olah raga panjat dinding disini. Termasuk kelompok pecinta alam dari kampus, akhirnya kita tidak lagi mengizinkan mereka demi menjaga kondisi Wall kita ini tetap baik. Disamping itu, di tahun-tahun berikutnya mulailah bermunculan pendirian Wall Climbing di sekolahan-sekolahan lain. ” ujar Drs.Yudi Rudi, Pembina Wanalana SMA N 1 Pekalongan yang telah dengan setia dan dedikasi yang tinggi menemani Wanalana tumbuh sejak awal berdiri di tahun … “Meskipun Wall Climbing yang kita miliki ini termasuk pendek, karena di sekolahan-sekolahan lain lebih tinggi konstruksinya. Namun kitalah yang pertama di kota ini,” tambahnya dengan mantap dan bangga.
Yudi Rudi beserta para personel Wanalana sore itu mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Lasmansa yang telah membantu menghidupkan kembali kegiatan olah raga panjat dinding di SMA N 1 Pekalongan. Ungkapan rasa terimakasih terpancar pula dari tubuh-tubuh yang merayapi dinding bertuliskan Lasmansa Unite The Spirits itu. (mja07) *** (foto-foto bisa diliat di folder Galery Lasmansa)
|
|
Last Updated ( Monday, 03 September 2007 )
|